ACT/RMOLJabar
Memanasnya hubungan Indonesia dengan China pasca terjadinya penjarahan kawasan Laut Natuna Utara oleh kapal-kapal negeri  Tirai Bambu mengundang keprihatinan banyak pihak. Berdasarkan kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan sikap dalam sebuah “Aksi Bela Indonesia, Natuna Memanggil” yang diselenggarakan pada Jumat (10/1) kemarin.

 

Demikian disampaikan Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT, Kepada kantor berita RMOLJabar, Sabtu (11/1).

“Sebagai bentuk konkret patriotisme dan nasionalisme. Dalam acara konferensi pers ini, ACT akan mengirimkan bantuan sebesar 1.000 ton logistik kepada semua masyarakat dan pihak TNI beserta aparat yang bertugas di Natuna,” ujarnya

Menurutnya, sebagai anak bangsa yang mencintai negara ini, sudah sepatutnya masyarakat Indonesia menunjukkan sikapnya.

“Kita harus tunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada satu pun warga Indonesia ini yang tidak bersiap untuk menjadi tentara.  Kita harus siap membela negara dari gangguan negara lain, seperti Cina,” kata Ahyudin.

Secara tegas ia menyatakan, ACT selalu berada di belakang mendukung pertahanan negara, TNI, dan aparat-aparat negara lain. Kondisi ini merupakan momentum terbaik untuk memupuk persatuan di antara bangsa Indonesia. Tidak boleh lagi negeri ini terjajah oleh negara lain lagi.

“ACT adalah anak bangsa, maka kami berperan dan harus membantu melalui program-program kami untuk membawa semangat patriotisme ke semua elemen bangsa. Bangsa ini adalah bangsa besar, tidak ada alasan tidak tampil di depan. Kami keluarga besar ACT dan keluarga Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), mengajak semua elemen bangsa untuk membuktikan rasa patriotisme dan  melakukan yang terbaik di garda depan,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here