Bawang Putih/net

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar mencium adanya aroma indikasi penimbunan bawang putih di Jawa Barat. Terkait itu pihaknya mengingatkan akan adanya konsekuensi hukum yang menunggu jika perilaku curang tersebut dilakukan.

 

“Karena dari hasil temuan bersama Satgas Pangan Polda Jabar indikasi penimbunan mulai tercium. Kita mengimbau agar pihak distributor, importir maupun pedagang tidak melakukan penimbunan komoditas bawang putih” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Moh. Arifin Soendjayana, Bandung, Kamis (13/2).

Lebih lanjut, guna memastikan keberadaan stok dan tidak adanya indikasi permainan, pihaknya telah melakukan penelusuran bersama Satgas Pangan Polda Jabar yang dipimpin AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, ke gudang milik PT Sinar Padang Sejahtera di Karawang Timur.

“Gudang importir ini informasinya memiliki stok 150 ton bawang putih, kami sidak langsung ke lokasi gudang bawang putih ada banyak, mungkin sekitar 150 ton,” ujar Arifin.

Hasil sidak menunjukan, pihak distributor tidak menyalurkan stok bawang tersebut karena sejak bulan November 2019, terdapat pengiriman bawang putih sebanyak 24 kontainer dengan isi masing-masing 30 ton.

“Sehingga total 720 ton, untuk pasokan di Jawa Barat 90% atau 648 ton dan 10% atau 72 ton ke Lampung. Harusnya ini bawang sudah keluar November,” ujar Arifin.

Selanjutnya kata dia, pihak importir yang berada di Surabaya, Jawa Timur rencananya akan dipanggil pihak Polda Jabar untuk dimintai keterangan pekan ini.

Kendati begitu, Arifin belum bisa memastikan apakah perusahaan tersebut melakukan dugaan indikasi penimbunan.

“Soal indikasi penimbunan kita serahkan ke Polda Jabar, ada mekanisme hukum,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here