Ilustrasi/Net

rmoljabarProses akuisisi Klub Liga Primer Inggris, Newcastle United oleh konsorsium PCP Capital Partners pimpinan Amanda Staveley lewat sokongan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi dipastikan gagal. Mantan klub Alan Shearer itu pun gagal mengikuti jejak Manchester City yang sukses setelah dapat guyuran duit dari negara petrodollar.

Mengutip Press TV (Jumat, 31/7), Kantor Berita Politik RMOL mengabarkan bahwa tuduhan pelanggaran HAM kepada pangeran Arab Saudi, Muhammad Bin Salman, jadi batu sandungan besar proses akuisisi yang bernilai 300 Juta pound itu.

“Dengan apresiasi mendalam untuk komunitas Newcastle dan pentingnya klub sepak bola, kami telah mengambil keputusan untuk menarik minat kami untuk mengakuisisi Klub Sepak Bola Newcastle United,” kata perwakilan PCP Capital Partners.

“Kami melakukannya dengan penyesalan, karena kami bersemangat dan berkomitmen penuh untuk berinvestasi di kota besar Newcastle dan percaya kami dapat mengembalikan klub ke posisi sejarah, tradisi, dan prestasi penggemar,” sambung.

Perwakilan konsorsium itu juga menyebut bahwa berlarut-larutnya proses akuisisi ditambah ketidakpastian global telah menjadikan potensi investasi tidak lagi layak secara komersial.

Sebelumnya, kelompok HAM Amnesty International juga telah meminta liga untuk mempertimbangkan agar memblokir tawaran pembelian tersebut. Pasalnya, PIF diawasi oleh MBS. Menurut Amnesty International, MBS telah terlibat dalam tindakan keras terhadap hak asasi manusia.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here