Ilustrasi/Net

rmoljabar Masalah kekerasan di dalam rumah tangga menjadi perbincangan di Ciamis. Lantaran, beredar kasus seorang suami yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ciamis berinisial S diduga melakukan kekerasan terhadap istrinya.

 

Bagi Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Wati (KOHATI) Ciamis, seorang public figure atau tokoh masyarakat seharusnya bisa memberikan contoh positif kepada masyarakat.

“Beberapa waktu lalu beredar seorang dewan di Kabupaten Ciamis diduga melakukan kekerasan terhadap istrinya,” kata seorang Pengurus Kohati HMI Cabang Ciamis, Yeyen Anggraeni kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (22/1).

Menurutnya, jika itu memang terjadi tentu sangat mengerikan bagi kaum muda. Lantaran menjadi contoh kurang positif.

“Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Seharusnya seorang figur yang di ada Kabupaten Ciamis mampu memberikan hal positif kepada masyarakatnya,” ucapnya.

Sayangnya, kata dia, masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih dianggap tabu untuk dibahas ke publik. Sebagian masyarakat masih memandang itu masalah internal keluarga dan dipandang salah untuk dipublikasi.

Justru, lanjutnya, korban kekerasan di dalam rumah tangga harus berani melapor dan hal itu pelajaran serta menghentikan budaya kekerasan yang ada di masyarakat. Karena akar dari kebudayaan yaitu keluarga.

“Karena dipandang sebagian masyarakat itu masalah internal keluarga, karenanya tidak layak untuk dipublish ke muka umum,” katanya.

Dia menegaskan, perempuan sebagai pendidik pertama dan utama di dalam keluarga, diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai kasih sayang, kesetaraan, kesederajatan, keperdulian satu sama lain sehingga mampu menyingkirkan pola-pola tindakan agresif.

“Karena pada saatnya, tradisi kekerasan yang diwarisi dari pola pengasuhan dalam keluarga ini, akan berhadapan dengan persoalan hukum negara jika tetap dipelihara,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang Anggota DPRD Kabupaten Ciamis berinisial S, diduga telah menganiaya istrinya sendiri. Tak terima atas perlakuan suaminya itu, isteri S lapor polisi.

“Iya (dugaan Kasus KDRT) masih proses pemeriksaan saksi-saksi, sedang naik sidik (tahap penyidikan),” kata Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Risqi Akbar.

Dia juga mengungkapkan bahwa S bahkan melaporkan balik istrinya dengan dugaan kasus yang sama kepada polisi.

“Ini saling lapor, kan. Sama katanya dianiaya juga,” ujar Risqi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here