RMOLJabar. Melalui rapat pansus yang dilakukan komisi bersama bersama Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unpad Prof. Dr. I Gede Panca Astawa, DPRD Jawa Barat mengusulkan pengadaan tenaga ahli bagi anggota DPRD.

Di mana hal tersebut dinilai penting khususnya ketika anggota dewan harus berhadapan dengan eksekutif.

“Kawan-kawan di DPRD ini menghendaki kalau bisa tiap anggota di dampingi ahli, terlepas dari berapa jumlah yang penting di dampingi ahli,” kata I Gede Panca Astawa ditemui di Gedung DPRD Jabar, Selasa (24/9).

“Ketika berhadapan dengan eksekutif sering kali, maaf liding dari eksekusi karena mereka banyak yang ahli di situ dan mengusai peranan di lapangan. Itu penting urgensi kenapa tenaga ahli itu perlu didampingi setiap anggota,” sambungnya.

Menurutnya, keinginan dewan tidak terlalu muluk, jika mengingat anggota dewan yang duduk di DPR RI, yang setiap anggotanya bisa didampingi oleh 10 tenaga ahli.

“DPR RI dengan 1 anggota sampe 10 ahli. Bukan hanya ahli tetapi juga staf administrasi. Sedangkan dewan di Jabar ini cuma menghendaki tidak usah 10, satu juga sudah cukup,” ucap Astawa.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pansus V DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan, terkait adanya usulan pengadaan tenga ahli bagi Anggota DPRD merupakan hal yang sah, asalkan melihat kondisi keuangan daerah.

“Paling utama memang pada akhirnya melihat kondisi keuangan daerah. Dan ini harus dikomunikasikan artinya dengan kawan badan anggaran dan TAPD karena terkait dengan keuangan,” ujar Daddy. [gan]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here