Achsanul Qosasi/Net

rmoljabar Memperhalus sebuah istilah yang menunjukan kelemahan diri menjadi salah satu cara dalam komunikasi politik. Tidak jarang, istilah baru itu sulit dicerna oleh awam.

Imbas dari penghalusan itu adalah kelemahan yang ada dianggap sebuah kewajaran.

Dilansir Kantor Berita Politik RMOL, istilah-istilah baru yang sering ditemui saat ini lalu digunakan adalah di dunia ekonomi.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi bahkan mencatat kata-kata baru yang muncul tersebut. Dia juga menjelaskan makna dari kata yang dipakai pemerintah dalam menjelaskan kondisi ekonomi bangsa.

“Istilah Keuangan, turun sama dengan tertekan. Negatif sama dengan kontraksi. Minus sama dengan tumbuh negatif. Rugi sama dengan tertekan,” terangnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (7/7).

Menurut Achsanul, hal berbeda dilakukan pemerintah saat ekonomi sedang baik. Istilah tumbuh, naik, positif dan profit tidak akan disamarkan ke istilah lain.

“Ditulis dan diucap apa adanya. Itulah sinonim istilah keuangan, sesuatu yang artinya sama, tapi pengucapan halus dan pantas,” tutupnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here