Jaya Suprana/Net

PAGEBLUG Corona makin membuktikan bahwa pada hakikatnya apa yang disebut sebagai matematika adalah bahasa.

Maka matematika bukan hanya senantiasa namun bahkan niscaya hadir pada saat manusia membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi.

Angka

Gegara Covid-19, setiap kali saya masuk ke sebuah ruangan tertutup di kawasan umum, suhu badan saya selalu diperiksa dengan alat pengukur yang menampilkan tinggi-rendah suhu badan dengan bahasa angka.

Ketika membeli atau menjual sesuatu digunakan apa yang disebut sebagai uang dalam bentuk ragawi atau virtual namun jumlahnya harus disebutkan dalam bahasa angka.

Waktu juga ditampilkan dalam bahasa angka pada peralatan yang disebut sebagai jam.

Rumah diberi identitas angka sementara tanah diukur dengan menggunakan bahasa angka.

Lensa kacamata ada yang minus berapa atau plus berapa tergantung kesulitan daya lihat jauh atau dekat.

Timbangan benda menggunakan bahasa angka.

Jual-beli online mustahil dilaksanakan tanpa bahasa angka.

Ilmu sejarah niscaya dipadati bahasa angka sebagai data tanggal, bulan, tahun, abad, milenia, dan seterusnya.

Undang-undang berayat dan berpasal angka.

Ukuran meter, gram, kilo, liter merupakan bukti kejayaan imperialisme kerajaan Inggris menjajah kebudayaan dunia.

Peribahasa menggunakan bahasa matematikal seperti “seribu teman masih kurang, satu musuh terlalu banyak” atau “perjalanan 1000 kilometer dimulai dengan 1 langkah” atau “dapat dipastikan seperti 2+2=4”.

Judul mahakarya satra Arab adalah “1001 Malam”.

Misterius bahwa setiap 40 tahun, Olimpiade selalu bermasalah.

Secara berkala setiap 100 tahun, wabah penyakit menular mengglobal di planet bumi.

Magicicada sejenis gareng pung di Amerika muncul setiap 13 atau 17 tahun yang keduanya angka prima.

Musik

Leibniz menyatakan bahwa pada saat manusia bermain musik berarti menghitung tanpa sadar bahwa sedang menghitung.

Pythagoras membuktikan bahwa sebuah rentangan dawai apabila dibagi menjadi dua maka nada dawai yang 50 persen menjadi lebih tinggi satu oktaf ketimbang yang 100 persen.

Birama mars 2/4, walsa 3/4, jika 4/4 pasti bukan walsa, Take-Five 5/4, Bartok gemar 7/4, Stravinski asyik bermain anekaragam birama dilebur menjadi satu, sementara Stockhausen menghindari birama seperti mantra.

Pentatonik beda jumlah nada dengan septatonik atau dodekafonik apalagi aleatorik dalam teknik komposisi akademik.

Notasi angka adalah bahasa matematika meski bukan syarat mutlak untuk mampu menggubah suatu komposisi musik sebab cukup banyak musik tanpa notasi sama halnya tidak semua bahasa memiliki tradisi tulisan.

Para penari selalu menghitung dengan angka sebagai patokan gerak mereka.

Kesehatan

Kesehatan sangat tergantung pada bahasa angka. Denyut jantung diukur dengan bahasa angka. Data medis hasil pemeriksaan darah dan air seni menggunakan bahasa angka.

Komunikasi antar segenap organ tubuh bahkan sel dan zat mahluk hidup dilakukan secara matematikal. Dosis obat mutlak bertumpu pada bahasa angka yang jika dilanggar bisa berdampak fatal.

Statistik morbiditas dan mortalitas adalah bahasa matematikal. Fungsi mesin hemodialisa tergantung pada akurasi perhitungan matematikal.

Respirator hanya efektif apabila syarat-syarat teknis matematikal terpenuhi yang sangat berpengaruh terhadap fungsi saluran pernafasan pasien terpapar Covid-19.

Ketika terpaksa berperan sebagai pasien di ruang bedah, saya takjub campur ngeri menyaksikan fakta tak terbantahkan bahwa seluruh jiwa raga saya tergantung pada peralatan yang mendeteksi sekaligus mengatur fungsi paru-paru, ginjal, hati, jantung, saluran pernafasan, jantung, tekanan darah, otak dan lain dan sebagainya yang semuanya menggunakan bahasa angka.

Satu saja peralatan ajaib itu gagal berfungsi maka melayanglah nyawa saya ke alam baka.

 

Jaya Suprana

Penulis adalah pembelajar bahasa angka.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here