Balon wakil bupati Bandung dari Partai Demokrat Deny Zaelani meninjau Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang (kiri)/RMOLJabar

rmoljabar Kandidat bakal calon (Balon) wakil bupati Bandung dari Partai Demokrat Deny Zaelani menyebut ada kesalahan konsep dalam pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Sabilulungan.

 

Pasalnya, meski telah resmi beroperasi sejak bulan Oktober tahun lalu, pasar-pasar ikan di kawasan Jalan Gading Tutuka, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung tersebut, masih minim dikunjungi para pembeli.

“Salah satu (kesalahan) itu yaitu kondisi PIM terkesan jorok di area transaksi di lantai 1. Lalu bedanya dengan pasar tradisional apa?,” ujar Deny usai berkunjung ke area PIM Sabilulungan, Soreang, Senin (10/2).

Deny memandang, pembangunan PIM Sabilulungan terkesan asal-asalan, di mana idealnya ada sekat untuk filterisasi bau ikan mentah di lantai 1 yang digunakan untuk transaksi jual beli dengan lantai 2 yang digunakan foodcourt (tempat makan).

“Kalau kita mau makan di lantai dua, bau ikan mentah yang amis dan cukup menyengat masih bisa tercium. Ini yang jadi penyebab minimnya pengunjung. Pemkab Bandung perlu mengkaji kenapa PIM sepi. Pedagang ikan juga hingga kini masih banyak yang memilih jualan di pasar tradisional,” kata dia.

Untuk itu, Deny mendorong ada penataan lebih baik dari pemerimtah agar PIM di Soreang yang menelan dana cukup besar tersebut tak hanya jadi tempat transaksi jual beli ikan, tetapi sebagai lokasi pengunjung menikmati hasil olahan ikan.

“Sebelum PIM beroperasi pedagang ikan dan penyedia jasa masakan harusnya diberikan pelatihan dulu. Kalau layanan baik saya kira pengunjung akan tertarik datang,” ucap Ahli Teknik Planologi Penataan Desa dan Kota tersebut.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here