Banser/Net

rmoljabar Selain menegakkan hukum, tugas Aparat adalah menjaga ketertiban dan kemanan masyarakat. Dalam menjalankan tugas mengawal keamanan, diminta jangan hanya formalitas saja.

Hal itu diungkapkan Ketua Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) Kabupaten Ciamis Abdul Yasir, Rabu (29/7).

“Banser NU Ciamis meminta petugas keamanan seperti Satpol PP dan Polisi, dalam melaksanakan pencegahan gangguan ketertiban umum, tidak hanya formalitas,” ujarnya.

Pernyataan itu dia ungkapkan bukan tanpa alasan. Beberapa waktu lalu para santri Ciamis dipalak bahkan diserang hingga sebagian santri mengalami luka akibat senjata tajam.

Kejadiannya di Perempatan Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (23/7), selepas Isya sekitar pukul 19.30 WIB.

Menurut Abdul Yasir, para pemalak dan penyerang santri itu adalah sekelompok orang yang menggunakan pakaian bergaya Punk.

Dia mengungkapkan, masyarakat harus mendapatkan jaminan keamanan saat beraktivitas di ruang publik.

“Kejadian serupa yang menimpa santri tidak boleh terulang. Di wilayah manapun di Ciamis. Kenyamanan masyarakat harus dijamin oleh aparat keamanan,” ujarnya.

Dia menegaskan, pencegahan kriminalitas atau kejahatan harus lebih optimal. Apabila pemalakan dengan kekerasan terjadi di Ciamis, ini pertanda penerapan keamanan sudah rapuh.

Kendati peristiwa pemalakan dan penyerangan kepada Santri Ciamis itu terjadi pada hari Kamis, namun pada hari Sabtu (25/7), Banser NU melaporkannya ke Polisi.

“Kami mengawal para korban untuk laporan ke Polisi, dan kami berharap Polisi memprosesnya. Kedepan harus bisa melakukan pencegahan kejahatan lebih baik lagi. Sehingga ada kenyamanan bagi masyarakat saat beraktivitas,” tegasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here