Nashrudin Azis/RMOLJabar

rmoljabarPemerintah Kota Cirebon melalui Gugus Tugas Covid 19 telah memutuskan akan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 2 Juni mendatang. Dalam perpanjangan masa PSBB tersebut, penguatan pengendalian di tingkat RT/RW akan lebih diperketat.

Selain itu sosialisasi pencegahan penularan Covid 19, seperti penerapan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan dan physical distancing terus dilakukan hingga vaksin virus dapat ditemukan.

Demikian dikatakan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis usai memimpin rapat gugus tugas Covid-19 yang membahas tentang kelanjutan pelaksanaan PSBB Kota Cirebon, di Balaikota, Jalan Siliwangi, Minggu (17/5).

“Selain itu pengetatan pengawasan akan dilakukan di perbatasan Kota Cirebon untuk mencegah migrasi orang,” ungkapnya.

Azis mengungkapkan, di Kota Cirebon akan memberlakukan PSBB parsial di tingkat RT/RW dan mengizinkan tempat-tempat perbelanjaan buka tapi dengan tetap mengendalikan pengunjungnya.

“Pelaku usaha khususnya pusat perbelanjaan akan kami undang untuk membicarakan jalan tengah,” tuturnya.

Adapun alasan diperpanjangnya masa PSBB di kota Cirebon, Azis mengungkapkan hal tersebut menyusul banyaknya masyarakat yang tidak disiplin selama PSBB diterapkan.

“Ada PSBB saja masyarakat masih banyak berkerumun, apalagi jika PSBB tidak diperpanjang,” ujarnya.

Soal pengawasan pelaksanaan PSBB tahap II, Azis menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk patroli bersama.

“Jika pelaku usaha melanggar aturan PSBB yang telah dilonggarkan maka akan ditindak langsung,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here