Banyak Pemilih Satu KK Terpisah TPS, Bawaslu Jabar Maksimalkan Analisis DPS

Banyak Pemilih Satu KK Terpisah TPS, Bawaslu Jabar Maksimalkan Analisis DPS
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi/Ist

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jabar terus memaksimal proses analisa data Daftar Pemilihan Sementara (DPS). Selain itu, Bawaslu akan memastikan pemilih dari satu Kartu Keluarga (KK) tidak berbeda Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi mengungkapkan, proses analisis data DPS oneting dilakukan untuk memperoleh data yang akurat dan valid. Sehingga pada prosesnya, data dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun instrumen lainnya lengkap.

"Selanjutnya kami akan memastikan penyusunan DPS yang berkaitan dengan TPS," ungkap Zaki kepada Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (16/9).

Berdasarkan data yang dihimpun, DPS Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di delapan daerah di Jawa Barat, banyak pemilih yang berada di dalam satu KK namun berbeda TPS. Padahal, saat ini kapasitas TPS  masih belum maksimal.

Maka itu, pihaknya akan memastikan tak ada DPS dalam satu KK yang terpisah TPS. Karena dalam regulasi telah diatur penyusunan TPS, di mana pemilih tidak boleh terpisah jika terdata pada satu KK. Kecuali, TPS sudah mencapai jumlah maksimal.

"Banyak ditemukan satu KK yang TPS berbeda, nanti akan kami berikan saran perbaikan ke Komisi Pemilihan Umum," tukasnya.