Banyak Warga Karawang Ajukan SIKM, Gugus Tugas Covid-19: Itu Kewenangan Pemprov DKI

Banyak Warga Karawang Ajukan SIKM, Gugus Tugas Covid-19: Itu Kewenangan Pemprov DKI

Banyaknya masyarakat Kabupaten Karawang yang bekerja atau memiliki usaha di Jakarta meminta Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) Jakarta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.


Menyikapi hal tersebut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana menegaskan pihaknya tidak bisa membantu.

"Banyak sekali yang datang ke sekretariat ataupun via telepon memohon pembuatan SIKM, sekali lagi kami tidak menerbitkan SIKM," ujarnya.

Menurutnya, Gugus tugas ataupun Pemkab Karawang tidak memiliki kewenangan menerbitkan SIKM pasalnya surat itu hanya bisa dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, SIKM merupakan pelayanan administrasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada warga yang karena tugas dan pekerjaannya (di bidang yang diizinkan untuk beroperasi selama masa pandemi COVID-19) harus melakukan perjalanan dinas keluar dan/atau masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta atau Jabodetabek selama masa pandemi COVID-19.

"Pelayanan perizinan ini juga diberikan untuk warga yang perlu bepergian masuk/keluar DKI Jakarta karena kondisi emergency, antara lain seperti sakit atau keluarga meninggal. Dan bukan kami yang menerbitkan," ujarnya.

Masih kata Fitra, masyarakat yang membutuhukan SIKM bisa mengajukan permohonan secara daring/online pada situs corona.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta.

Fitra juga menyampaikan, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Karawang hingga kini masih nihil pasien terkonfirmasi positif virus Corona. Namun, kembali adanya kabar duka bahwa satu orang pasien reaktif rapid test ada yang meninggal dunia. "Hasil swab negatif," ujarnya.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 5.125 orang, selesai pemantauan 4.807 orang, masih dalam pemantauan 312 orang, dan meninggal dunia 6 orang.

Untuk OTG berjumlah 873 orang, selesai pemantauan 787 orang dan proses pemantauan 86 orang. PDP berjumlah 437 orang, selesai pengawasan 374 orang, proses pengawasan 26 orang dan meninggal dunia 37 orang.

"Untuk reaktif rapid tes total 271 orang, sembuh 233 orang, masih dalam observasi 9 orang dan meninggal dunia 29 orang" pungkasnya.