Mamat Surahmat/RMOLJabar

rmoljabar Penataan kawasan wisata yang terintegrasi bagi 10 desa di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon harus dievaluasi Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) setempat.

Demikian disampaikan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Mamat Surahmat saat menanggapi alokasi anggaran Rp 50 miliar bantuan gubernur yang akan turun tahun 2021 untuk pengembangan Agrowisata Setu Sedong.

Politisi Demokrat tersebut menekankan agar Pemkab Cirebon segera melakukan kajian ulang dan mengevaluasi rencana pelebaran jalan yang hanya di satu titik. Menurutnya, anggaran Rp 50 miliar tersebut seharusnya disebar di 10 desa di Kecamatan Sedong.

“Di Wilayah Kecamatan Sedong itu terdapat 10 desa dan masing-masing desa seharusnya mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastrukturnya, ada wisata air (Setu Sedong), Paralayang Bukit pasir Salawe, Perkebunan Mangga Gedong Gincu, arung jeram Sungai Cimanis, wisata religi dan 1.500 lebih hektar pertanian sawah dan perkebunan lainnya, jadi perlu ada evaluasi perencanaan agar terintegrasi,“ ujarnya, Kamis (30/7).

Bang Leo begitu sapaan akrabnya menjelaskan, dengan melibatkan 10 desa yang ada di Kecamatan Sedong, anggaran Rp 50 miliar akan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di desa-desa tersebut melalui pengembangan sektor pariwisata.

“Setelah kami (Komis 2) melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Sedong dan menyerap aspirasi dari stakeholder di Kecamatan Sedong, maka kami minta Pemkab Cirebon segera melakukan evaluasi perencanaan dalam pengembangan agrowisata yang akan di bantu dari anggaran Pemprov tersebut dengan melibatkan 10 Pemdes,“ tutupnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here