RMOLJabar. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bagi ratusan santri pondok pesantren di Hotel Lembang Asri, Kecamatan Parongpong, Kamis (21/2).

Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Wasikin Marzuki mengatakan, sosialisasi pemilu calon legislatif dan pemilihan presiden kepada santri penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Yang kedua, juga mengajak santri ini menjadi pengawas partisipatif mengawal setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ungkapnya, Kamis (21/2).

Ia mengatakan, paradigma santri yang kerap dikesampingkan dalam gelaran pemilu tak boleh lagi terjadi. Santri harus menjadi duta pemilu, sekaligus pengawas jalannya pemilu yang jujur dan adil.

“Catatan ke belakang, santri sering dijadikan obyek dinilai mudah dibeli, mudah dikondisikan dan sebagainya. Nah saat ini berbeda, mereka lebih memahami harus seperti apa,” katanya.

Di tempat sama, Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha menerangkan, sosialisasi partisipatif pemilu sudah sering dilakukan. Namun kepada santri, Bawaslu baru menggelar untuk pertama kalinya.

“Sosialisasi ini kami gelar pertama kali untuk santri. Diharapkan mereka mangajak santri di pondok pesantrennya untuk deteksi dini pelanggaran pemilu,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Cecep, santri juga bisa mengawasi pelanggaran pemilu, seperti kampanye di sarana ibadah, kemudian melaporkannya ke Bawaslu.

“Meski sampai saat ini belum ditemukan pelanggaran kampanye di mesjid, kita berharap santri ini menjadi pengawas partisipatif di lingkungannya,” jelasnya.(din)

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here