Dialog optimalisasi zakat oleh Baznas Garut/RMOLJabar

rmoljabar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut akan mengoptimalkan serapan Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (ZIS) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, tepatnya di tingkat Pekerja Negeri Sipil (PNS) SD dan SMP.

 

Hal tersebut terungkap dalam dialog antara Baznas Kabupaten Garut, Disdik Kabupaten Garut, serta sejumlah perwakilan dari lingkungan pendidikan lainnya di Gedung Islamic Center, Kamis (17/01).

Berdasarkan pantauan wartawan Kantor Berita RMOLJabar dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan pun saling bergantian melontarkan pertanyaan. Salah satunya adalah perwakilan dari PGRI Cabang Banyuresmi, Kabupaten Garut.

“Perwakilan PGRI menolak untuk dipotong tahap kedua, memohon optimalisasi yang ada dan juga memohon kepada Baznas agar guru honorer jangan dimasukkan kepada mustahik,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Garut Rd Aas Kosasih.

Namun demikian, Aas menjelaskan mengenai definisi mustahik, di mana secara umum disebut sebagai orang yang berhak menerima zakat. “Silakan terjemahkan termasuk saya pertanyakan kepada perwakilan PGRI, apakah betul guru honorer tidak berhak menerima dana dari zakat?” ujarnya.

Selain itu, kata Aas, pertanyaan kedua yang disampaikan perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan tingkat kecamatan, pada dasarnya menyetujui rencana tersebut. Hanya saja, perwakilan tersebut meminta adanya persyaratan dan klasifikasi.

“Ini silakan, kata saya silakan itu sesuai dengan kebijakan mana yang harus dipotong, mana yang tidak. Semua itu kita kembalikan kepada dinas dan UPT masing-masing. Intinya bagi saya ini adalah usaha, makanya kami dan kepala dinas mempersilahkan,” kata Aas.

“Kalau sekarang ada tambahan-tambahan, tentunya kami sangat bahagia karena sekarang banyak permohonan dari para mustahik yang harus dieksekusi, harus dibantu oleh Baznas dan sekiranya sekarang tidak ada tambahan pasti berat,” papar Aas.

Menurutnya, potensi zakat dari guru SD/SMP mencapai Rp1,3 miliar per bulan. Sementara dari kepala sekolah SD/SMP sebesar Rp293 juta per bulan, dari total potensi mencapai Rp700 juta per bulan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here