Ilustrasi Gerindra/Net

rmoljabar Beredar dua surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Yang mengeluarkan dua surat sekaligus yakni surat pemberhentian keanggotaan partai dan juga surat Pergantian Antar Waktu (PAW), anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin dari Partai Gerindra. Keduanya turut ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal, Ahmad Muzani.

Surat pemberhentian keanggotaan tersebut bernomor: 02-0050/Kpts/DPP-Gerindra/2020 tertanggal 27 Februari 2020. Dan surat Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan nomor 02-0023/A/DPP-GERINDRA/2020 tertanggal 28 Februari 2020, dalam surat PAW tersebut DPP Partai Gerindra mengajukan nama Haryanto sebagai pengganti Husni Thamrin.

Menanggapi soal kedua surat tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Husni Thamrin tak mau berkomentar atas surat tersebut. Ia menyerahkan hal tersebut ke DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi.

“Itu konfirm saja ke DPC, saya belum bisa berikan keterangan apa-apa karena sampai saat ini saya belum dapat info dari DPC,” singkatnya saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Senin (6/3).

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bekasi, Nugraha Hamdan mengaku mengetahui soal beredarnya surat tersebut. Namun ia belum melakukan sikap apapun sebab surat aslinya belum juga ia terima.

“Sampai hari ini suratnya belum sampai ke DPC, jadi belum lihat surat aslinya. Saya gak bisa komen karena belum sampai ke kita. Saya hari Jumat sudah dapet foto yang masuk ke Whatsapp saya, tapikan kita ini lembaga partai politik, kalau belum lihat aslinya belum bisa bikin apa-apa,” jelasnya.

Bila surat aslinya telah sampai ke tangannya, barulah ia akan mengumpulkan pengurus. Sebab, meski surat telah beredar, sejauh ini pihaknya belum pernah diajak komunikasi dengan DPP membahas persoalan surat tersebut.

“Dari DPP saja belum ada komunikasi dengan saya, saya sebagai ketua partai di Kabupaten Bekasi saya harus lihat suratnya itu, setelah sampai saya akan konfirmasi lagi ke DPP. DPP yang mengeluarkan suratnya saja belum ada konfirmasi ke saya,” bebernya.

“Kalau sudah sampai di tangan saya baru kita rapatkan, saya akan tanya ke yang bersangkutan akan melakukan langkah hukum atau tidak. Saya belum bisa bersikap apapun karena semua harus sesuai ketentuan administrasi, masa screen shot jadi landasan hukum, ya gak bisa lah,” imbuhnya.

Sementara itu, Calon PAW Husni Thamrin, Haryanto hingga berita ini diturunkan, sulit untuk dihubungi untuk dimintai tanggapannya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here