Sopwan Ismail/Kanan

rmoljabar Ada pengalaman menarik dan pesan berharga dari seseorang yang pernah ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Virus Corona. Salah satunya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ciamis, Sopwan Ismail.

Politisi Partai Demokrat itu menjadi ODP lantaran sempat berinteraksi dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Beberapa hari ke belakang, saya termasuk kategori ODP dengan potensi besar tertular corona,” kata Sopwan di rumahnya, Minggu (5/4).

Sopwan mengungkapkan, ia pernah berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 yakni Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana di Kongres V Demokrat yang digelar di Jakarta pada 14 – 16 Maret 2020.

“Di Kongres V Demokrat saya juga berinteraksi dengan salah seorang peserta, Bupati Karawang, yang kemudian dinyatakan Positif Corona. Posisi duduknya persis di depan saya,” ujar Sopwan.

Beruntung, kata Sopwan, di acara Kongres V Demokrat itu sudah menerapkan protokol pencegahan Virus Corona mulai dari jarak tempat duduk, cek suhu tubuh, cuvi tangan dan lainnya.

Selain itu, dirinya juga pernah berinteraksi dengan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ciamis Nurmuttaqin sejak tanggal 10 sampai 16 Maret 2020.

Menurut Sopwan, Ketua HIPMI Ciamis itu pernah mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI Provinsi Jawa Barat.

“Semua sudah tahu bahwa acara tersebut merupakan salah satu klaster penyebaran Corona di Jawa Barat,” ujar Sopwan.

Nurmuttaqin pun sempat ditetapkan menjadi ODP dan sudah dites swab, hasilnya negatif Covid-19. Sopwan dan Nurmuttaqin merupakan teman separtai yang juga sesama Anggota DPRD Ciamis. Mereka berdua ikut serta ke Kongres V Demokrat di Jakarta itu.

“Sebagai ODP, sangat potensial terpapar. Alhamdulillah mendapatkan kesempatan untuk dites dan hasilnya negatif. Ini sungguh melegakan, walaupun saya komitmen kepada diri sendiri tetap harus menuntaskan isolasi mandiri sampai 19 hari,” ujarnya.

Kader Partai Demokrat itu mengungkapkan bahwa dari pengalamannya itu ada tiga informasi penting yang harus sampai kepada masyarakat. Pertama, katanya, Pasien positif corona dapat sembuh, ini terbukti dan ini kabar baik untuk kita semua.

Kedua, rapid diagnostic test (RDT) di Ciamis masih minim. Sehingga ODP harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari untuk memastikan dirinya sehat, tidak terpapar dan tidak menularkan. Terbukti oleh mereka yang melakukan, kondisi badannya tetap sehat dan lingkungannya juga sehat.

Ketiga, masyarakat umum harus menerapkan social dan physical distancing agar berbagai kemungkinan buruk tidak terjadi. Menurutnya, itu adalah benteng pertahanan terahir dari perlawanan total melawan corona.

“Bahwa yang membuat keluarga dan tetangga kita sehat adalah disiplin. Semua orang yang datang dari zona merah harus punya komitmen untuk isolasi diri. Serta konsisten menjalankan social dan physical distancing,” tegasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here