Bupati Garut Rudy Gunawan/RMOLJabar

rmoljabarPemerintah Kabupaten Garut menjamin tidak ada pembubaran pelaksanaan salat Id. Namun pemerintah tetap mengimbau agar warga melakukan ibadah termasuk salat Id di rumah daripada di mesjid maupun lapangan karena mencegah terjadinya penularan virus corona.

Menurut Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, saat ini Garut ditetapkan masuk zona biru. Artinya sermua aktivitas bisa kembali dilakukan, asalkan menjaga jarak.

“Untuk melaksanakan ibadah, oleh pak gubernur diperbolehkan, tapi menerapkan physical distancing. Coba agar tak berkerumun dan tak terlalu padat massa,” ujar Rudy di Pendopo Garut, Sabtu (23/5).

Rudy melanjutkan, Pemkab Garut tak menyelenggarakan Idulfitri pada tahun ini. Masjid Agung dan Alun-alun Garut ditutup untuk pelaksanaan salat Id.

“Jalan ke arah Masjid Agung akan ditutup. Tapi salat Id di masjid lain dengan protokol kesehatan silakan saha. Tapi kami imbau di rumah saja,” katanya.

Jika ditemukan ada warga yang menggelar salat Id di jalanan, Rudy juga menjamin tak akan dibubarkan. Satpol PP dan petugas lainnya diperintahkan Rudy untuk melakukan penjagaan. Jangan sampai terjadi pembubaran.

“Tidak akan dibubarkan. Kami tak larang melaksanakan ibadah. Hanya mengatur ibadah sesuai protokol kesehatan. Seperti pakai masker dan bawa sajadah sendiri,” ucapnya.

Rudy mengajak masyarakat untuk mengikuti ajakan MUI pusat yang merekomendasikan ibadah di rumah. Namun jika memaksakan untuk salat Id berjamaah, pihaknya juga mempersilakan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here