Dirut PT BPR Nusamba Plered, Nina Sundari/RMOLJabar

rmoljabar Di tengah persaingan bank-bank nasional, kosipa dan pinjaman berbasis online yang kini makin marak. Bank Perkreditan Rakyat Nusantara Ampera Bhakti (BPR Nusamba) tetap bertahan menapakkan kakinya selama 30 tahun di Kabupaten Purwakarta.

 

Kini, dibawah manajemen PT BPR Nusamba Plered, bank yang dinakhodai Nina Sundari sebagai Dirut tersebut telah memiliki belasan ribu nasabah, yang mana tiga ribuan di antaranya adalah pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Bertempat di Gedong Singrong, Purwakarta, manajemen PT BPR Nusamba Plered yang membawahi wilayah kerja di Kabupaten Purwakarta bersama BPR Nusamba wilayah Sumedang, Tasikmalaya, Indramayu dan Sukabumi menggelar acara Gebyar Undian Tabungan Harmoni Plus periode XII, Sabtu (15/2).

Pada acara yang dibuka Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, nampak ribuan nasabah BPR Nusamba dari lima wilayah memenuhi gedung yang berlokasi di Jalan Siliwangi. Hadiah utama kendaraan roda empat disiapkan bersama hadiah-hadiah lainnya untuk para nasabah, melalui undian.

“Ini agenda rutin, di Purwakarta ini acara yang ketiga kalinya. Ini bentuk apresiasi kami kepada para nasabah di lima wilayah kerja BPR Nusamba,” kata Dirut BPR Nusamba Plered, Nina Sundari kepada awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Nina juga memaparkan tentang kemudahan proses pemberian kredit di BPR Nusamba. Dengan persyaratan administrasi yang tidak rumit dan cepat. Pihaknya berharap BPR Nusamba bisa menjadi pilihan perbankan bagi para pelaku UMKM di Purwakarta.

“Dengan pesatnya perkembangan BPR Nusamba, kami berupaya bisa sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Purwakarta,” tuturnya.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, pemerintah daerah mengapresiasi langkah-langkah BPR yang memberikan modal usaha kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Purwakarta. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah.

“Fokus saya dalam mendorong perekonomian masyarakat, saya dorong UMKM. Jadi bisa sejalan,” kata Anne.

Selama ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah melakukan berbagai kegiatan berupa pendamping dan pelatihan kepada para pelaku UMKM lokal. Upaya tersebut menurut Anne, membutuhkan dukungan modal dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

Tak sekadar memberikan permodalan, kreditur juga diharapkan memberi keringanan khusus untuk UMKM. “Yang dibutuhkan para pelaku UMKM itu adalah proses (peminjaman modal) yang cepat untuk mendorong usahanya,” ujar Anne.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here