Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi/RMOLJabar

rmoljabar Sebanyak 107 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, bisa menghirup udara segar pasca bertahun-tahun menjalani kurungan atas perbuatan yang telah dilakukannya. Pembebasan napi ini dilakukan secara bertahap sejak hari Rabu (1/4) lalu.

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi mengatakan, pembebasan 107 narapidana tersebut dilakukan, dalam rangka pencegahan Covid-19 di lingkungan lapas, sesuai program asimilasi dan hak integrasi lapas berdasarkan keputusan Kemenkumham Nomor 10 tahun 2020 tentang pencegahan Virus Corona di Lapas.

“Sejak rabu lalu, kita membebaskan 14 warga binaan. Dari 14 yang dibebaskan, 1 diantaranya perempuan. Semuanya berjumlah 107 orang, kami lakukan secara bertahap. Para napi ini dirumahkan, nanti wajib melakukan isolasi mandiri setelah keluar dari sini,” kata Sulardi pada Kantor Berita RMOLJabar, Jum’at (3/4) pagi.

Menurut Sulardi, sesuai Keputusan Kemenhumkam tersebut, pertimbangan Lapas yang melakukan program asimilasi adalah lapas yang sudah penuh.

Diketahui, Lapas Tasikmalaya saat ini kondisinya sudah overload, kapasitas maksimal untuk menampung 88 narapidana tapi saat ini diisi sebanyak 342 warga binaan.

“Sesaknya penghuni lapas di sini, sangat rawan terhadap penyebaran corona karena di lapas ini sudah over kapasitas. Maka dari itu kami menjalankan program ini tiada lain untuk penyelamatan narapidana dari penyebaran corona,” ucap Sulardi.

Selain membebaskan narapidana, dalam upaya pencegahan Covid-19 ini juga Lapas Kelas II B Tasikmalaya menghentikan sementara kunjungan besuk kepda warga binaan. Selain itu, para petugas juga dituntut safety, agar selalu memakai masker dan anti septik ketika bekerja.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here