Ilustrasi/Net

rmoljabar Ikuti anjuran Pemerintah Pusat dan Provinsi dalam upaya penanganan Covid-19, seluruh kawasan wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran ditutup.

Penutupan kawasan wisata berlaku sampai dengan tanggal 30 maret 2020. Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak berpergian keluar kota.

Selain penutupan kawasan wisata, sekolah diliburkan dan proses belajar mengajar dilakukan di rumah masing masing sudah diterapkan sejak beberapa minggu lalu.

Meski beberapa kegiatan yang melibatkan banyak orang ditunda, bahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bekerja di rumah, pelayanan pemerintah termasuk layanan kesehatan tetap dibuka.

“Prinsipnya kan menghindari kontak dengan banyak orang. Mau tidak mau, ya ini harus dilakukan sebagai upaya penanganan supaya covid-19 tidak menyebar secara signifikan,” tegas Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kamis (19/3).

Kawasan wisata, kata Jeje, sebelum ditutup, tingkat kunjungan sudah mengalami penurunan yang sangat drastis karena Pemerintah Pusat memberikan anjuran untuk tidak berpergian jauh.

“Hotel dan tempat hiburan ditutup untuk sementara waktu. Pengajian pengajian juga diminta untuk tidak dilakukan terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan shalat jumat, Jeje mengaku belum berani mengambil keputusan karena sudah masuk wilayah ibadah yang sangat prinsip.

“Besok saya ketemu MUI dulu untuk membicarakan hal ini supaya tidak terjadi kekeliruan di masyarakat,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here