Agus Mulyana/RMOLJabar

rmoljabar Okupansi hotel dan restoran di Kabupaten Pangandaran mulai terjun bebas pasca kawasan wisata ditutup Minggu lalu hingga akhir bulan mendatang.

Pegawai hotel dan restauran terpaksa harus dirumahkan, setiap manajemen perusahaan mulai keluhkan kesulitan membayar operasional harian.

Kendati demikian, beberapa hotel dan restauran masih memiliki penghasilan karena masih banyak wisatawan mancanegara yang tinggal sejak pra penutupan kawasan wisata.

“Ya mereka kalau liburan kan suka longstay. Karena sedang diberlakukan lock down juga di negaranya, jadinya mau nggak mau harus stay dan nggak bisa pulang,” jelas Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restauran Cabang Pangandaran Agus Mulyana, Senin (23/3).

Supaya penanganan Covid-19 bisa maksimal, Agus berharap petugas tolgate memperketat penjagaan semua pintu masuk ke kawasan wisata supaya tidak ada pengunjung yang membandel.

“Jangan sampai dong apa yang sedang kita lakukan ini malah jadi sia sia. Bisa saja kan, tanpa kita tahu wisatawan bandel ini datang bawa virus corona,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus melaporkan, tingkat hunian hotel hingga hari ini menurun hanya lima persen saja. Sementara restauran tinggal sepuluh persen dari biasanya.

“Kemarin kan pas rapat, pak Bupati sudah menyampaikan akan promosi besar besaran pasca penutupan. Ya kita tinggal bersabar saja,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here