Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Cirebon, M. Tito Andrianto/RMOLJabar

rmoljabar Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Cirebon menutup pelayanan pembuatan paspor untuk sementara waktu. Penutupan pun dilakukan untuk pelayanan yang berada di luar kantor, seperti pelayanan Iron-Seni dan pelayanan Imigrasi Masuk Desa.

Hal tersebut diberlakukan sebagai upaya mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Seperti diketahui, berdasarkan data yang dirilis oleh Pemprov Jabar, bahwa kabupaten Cirebon sendiri menjadi salah satu wilayah yang masuk ke dalam kategori Zona Merah penyebaran Covid-19.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Cirebon, M. Tito Andrianto menjelaskan, seperti yang telah direncanakan, penutupan pelayanan pembuatan paspor berlaku hingga 5 April mendatang namun disesuaikan dengan perkembangan kondisi.

“Sesuai dengan arahan pemerintah, Work From Home, saat ini hanya beberapa petugas saja yang disiapkan dalam pelayanan keimigrasian,” ujar Tito, Rabu (25/3).

Meski demikian, kata Tito, pelayanan akan diberikan hanya untuk hal-hal tertentu dengan beberapa kriteria, seperti misalnya orang dengan kepentingan yang tidak dapat ditunda dan untuk orang sakit yang mendapat rujukan.

“Pendaftarannya dengan sistem Walking atau datang langsung untuk dua kriteria tersebut,” jelasnya.

Atas kebijakan tersebut, diakui Tito, jumlah pemohon yang semula mencapai 250 hingga 300 orang per hari, kini hanya sekitar 50 hingga 60 orang.

“Beberapa Minggu terakhir jumlah pemohon berkurang. Alhamdulillah, ini menandakan masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya Covid-19,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here