Kapolres AKBP Bismo Teguh Prakoso (kanan)/RMOLJabar

rmoljabar Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka berhasil mengamankan delapan tersangka illegal logging yang beraksi diantar kota kabupaten. Sejumlah barang bukti turut diamankan.

“Mereka terlibat dalam kasus illegal logging dengan barang bukti kayu Sonokeling yang diangkut menggunakan kendaraan dua mobil,” ujar Kapolres AKBP Bismo Teguh Prakoso, didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (22/6).

AKBP Bismo menjelaskan, kedelapan tersangka tersebut, ada yang sebagai penebang, pembeli hingga pengangkut dan mereka berasal dari tiga daerah yang berbeda. Di antaranya, dari Kuningan, Bandung, Jawa Barat dan Kabupaten Tuban Jawa Timur.

“Untuk tersangka yang melakukan penebangan kayu Sonokeling tersebut, berinisial JN, DS, AS dan DR. Sedangkan selaku pembeli, di antaranya, HN, NR, TR serta yang mengangkut kayu tersebut, berinisial DA,” jelasnya.

Kapolres mengungkapkan, mereka diamanakan pada saat hendak menjual kayu hasil balakan liarnya ke wilayah Mojokerto, Jawa Timur. Namun, diperjalanan di Jalan Raya Cirebon-Bandung, tepatnya di daerah Desa Loji, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka diberhentikan oleh pihak kepolisian dan berhasil diamankan karena tidak bisa menunjukkan izin dan surat keterangan yang sahnya hasil hutan berupa jenis kayu Sonokeling tersebut, pada Sabtu (6/6) sekira pukul 20.00 WIB.

“Kayu Sonokeling ini, didapat dari lahan Gunung Cidora, Kuningan yang termasuk pada petak 59 J, KRPH Lebakwangi BKPH Garawangi KPH Kuningan yang merupakan milik perhutani,” ungkapnya.

Namun sebelum dijual, kayu Sonokeling tersebut, terlebih dahulu disimpan di sebuah gudang yang berada di Blok Bojong, Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebayak 93 batang kayu Sonokeling, dua unit mobil dan alat pemotong kayu serta beberapa surat-surat kendaraan dan barang bukti lainnya.

“Akibat perbuatannya, para tersangka akan kami jerat pasal 83 ayat (1) huruf B, Jo pasal 12 huruf E, dan atau pasal 88 ayat (1) huruf A, Jo Pasal 16 Undang-Undang No.18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here