Kepala Kemenag Pangandaran, Cece Hidayat/RMOLJabar

rmoljabar Warga Pangandaran yang hendak melangsungkan akad nikah diminta untuk diurungkang terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran pandemi Covid-19 yang sedang terjadi.

Adapun yang melangsungkan pernikahan pada bulan-bulan ini, yakni mereka yang sudah daftar jauh-jauh hari sebelum wabah Covid-19 hadir di Indonesia.

Mereka yang melangsungkan pernikahanpun dibatasi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pandemi Covid-19. Mulai dari akad dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) hingga ketentuan pakaian yang digunakan.

“Yang sekarang nikah itu mereka daftarnya sudah lama banget dan dibatasi sampai awal April,” ungkap Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Cece Hidayat, Senin (6/4).

Keberlangsungan akad nikah, ucap Cece, calon pengantin diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan sebagai langkah preventif.

“Keluargapun dibatasi, nggak boleh melebihi 20 orang supaya sosial distance di lingkungan kantor bisa diterapkan dengan baik. Kan kalau banyakan, ini malah bakal berdesakan,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here