Dede Yusuf Macan Effendi/Ist

rmoljabar Saat ini Komisi X DPR RI mengagendakan merevisi Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) yang sudah diundangkan sejak tahun 2005.

Selain untuk memajukan prestasi semua cabor (cabang olahraga), revisi UU SKN itu juga untuk menjangkau masyarakat dan menampung perkembangan dunia olahraga.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI Dede Yusuf Macan Effendi dalam keterangannya yang diterima, Senin (13/7).

Menurut Dede, tujuan utama revisi ini untuk memperbaiki sistem keolahragaan. Karena sejak 2005 sampai saat ini sudah berjalan 15 tahun justru olahraga tidak berkembang

“Hanya satu dua cabor yang tembus pada pasaran dunia. Lalu masih ditemukannya keluhan para atlet dan mantan atlet juga jadi alasan lain,” beber Politisi Demokrat itu.

Legislator dapil Jawa Barat II tersebut menambahkan bila dunia olahraga sendiri terbagi dalam tiga kategori, yaitu olahraga prestasi, pendidikan, dan olahraga rekreasi.

“Namun ke depan ada olahraga digital. Yang terakhir itu jadi perkembagan terbaru di dunia olahraga yang coba ingin dijangkau oleh Panja RUU SKN,” ungkap Dede Yusuf.

Revisi UU SKN, kata Dede, ingin menjangkau masyarakat luas dengan tradisi hidup sehat. Karena Indonesia sering disebut negara yang masyarakatnya kurang fit dan sehat.

“Itu kenapa peserta dan pasien BPJS makin lama makin meningkat, karena kurangnya olahraga di masyarakat atau kurang peran mengolahragakan masyarakat,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here