Ilustrasi/Net

rmoljabar Melonjaknya pemudik ke Ciamis membuat pemerintah setempat mengeluarkan surat edaran mengenai karantina lokal terbatas, mulai 31 Maret-30 April 2020. Hal itu untuk meminimalisir sebaran Corona.

Di dalam masa itu, setiap warga Ciamis yang sudah ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) apabila masih berkeliaran akan diberikan sanksi tegas hingga penetapan pidana penjara.

Hal itu tertuang dalam surat edaran Bupati Ciamks Herdiat Sunarya Nomor 443/44-Huk/2020 tentang Karantina Lokal Terbatas Guna Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ciamis.

Di dalam surat edarannya, Herdiat menjelaskan bahwa bagi warga yang telah bepergian dari zona merah akan ditetapkan sebagai orang dalam pantauan (ODP). Mereka wajib melakukan karantina atau isolasi mandiri sesuai standar protokol kesehatan selama 14 hari sejak kedatangannya ke Ciamis.

“Apabila dalam hal seseorang yang telah ditetapkan status ODP namun tidak melakukan karantina mandiri (berkeliaran), maka Pemerintah Desa atau Kelurahan dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk dilakukan tindakan hukum atas dirinya karena kelalaian atau kesengajaan,” ujar Herdiat dalam surat edarannya, Senin (30/3).

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra menambahkan, beberapa pasal di Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang dapat diterapkan kepada ODP yang masih berkeliaran atau tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan oleh undang-undang.

“Menurut KUHP, pada Pasal 216 ayat 1 dipidana penjara paling lama 4 bulan 2 Minggu,” kata Dony.

Selanjutnya, tegas Dony, dalam Pasal 15 ayat 1 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Disebutkan bahwa apabila menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana 1 tahun.

Sedangkan dalam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan hingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana penjara 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here