Dibanding DOB, Pemkab Karawang Lebih Baik Mekarkan Desa

Dibanding DOB, Pemkab Karawang Lebih Baik Mekarkan Desa

DPRD Kabupaten Karawang menyambut baik adanya wacana pembentukan Daerah otonomi Baru (DOB) Cikampek yang telah didorong oleh Pemprov Jawa Barat.


 

Akan tetapi, pelaksanaanya tak perlu tergesa-gesa. Banyak hal mendasar dinilai masih perlu dipersiapkan, salah satunya harus ada pemekaran terlebih dahulu desa-desa di Karawang yang tingkat kepadatan maupun angka populasinya sudah di atas- rata-rata.

Ketua Komisi I DPRD Karawang, Budianto mengatakan, pemekaran desa merupakan masalah yang perlu dibahas serius oleh Pemkab Karawang.

"Saat ini, banyak desa yang penduduknya sudah menembus angka lebih dari 15 ribu," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat 24/1).

Jika dibiarkan, kata Budianto, jumlah penduduk setiap tahun bertambah. Hal itu akan semakin menghambat terhadap pelayanan publik di tingkat desa.

"Saya bukan tidak mendukung DOB. Sebaliknya saya sangat mendukung. Namun sejumlah aspek perlu diperhatikan, salah satunya pemekaran desa,” ujarnya.

Menurut Budianto, Pemda Karawang seharusnya membenahi terlebih dulu desa. Karena banyak desa yang jumlah penduduknya sudah over.

"Jika sudah beres di tingkat desa, sudah rapi, rasionalitas pemekaran daerah lebih kuat,” singkatnya.

Budi mencontohkan, di Desa Cilamaya saja, yang lokasinya berada di pesisir Karawang, jumlah populasinya tembus di atas angka 14 ribu. Padahal, idealnya setiap desa memiliki 4.000 sampai 5.000 jiwa.

"Di atas angka 6.000 itu jika ingin dipaksakan, minimal bidan desa itu harus ada dua,” katanya.

Solusi pemekaran desa ini, imbuhnya, sudah pernah disampaikan setahun ke belakang kepada Asda I Setda Karawang.

Dengan bergulirnya wacana DOB Cikampek, ia berharap opsi pemekaran desa ini dapat direspon oleh Pemkab Karawang secara keseluruhan.

"Masalah ini sudah saya sampaikan. Waktu itu saya bilang, jika dibiarkan terus dampaknya pelayanan publik jadi lemah,” pungkasnya.