Deny Marincka Pratama/RMOLJabar

rmoljabarSetelah hampir dua tahun lebih terkatung-katung, kasus korupsi sarana olahraga (SOR) Ciateul akhirnya dilimpahkan dari Polres Garut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Saat itu juga Kejaksaan Negeri Garut menahan dua tersangka kasus korupsi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut langsung ditahan di Rutan Garut.

Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi didampingi Kasipidsus Kejari Garut, Deny Marincka Pratama mengatakan, pihaknya hari ini telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari Polres.

Kedua tersangka yakni Kuswendi sebagai Kepala Dispora Garut dan bawahannya, Yana Kuswandi sebagai Kabid Kemitraan Sarana dan Prasana .

“Keduanya kami titipkan ke Rutan Garut. Akan ditahan selama 20 hari,” ucap Sugeng di Kantor Kejari Garut, Kamis (9/7)

Menurut Sugeng, kedua tersangka diduga melakukan korupsi dan membuat kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar. Sedangkan total anggaran pembangunan SOR Ciateul sebesar Rp 6,7 miliar.

“Potensi kerugiannya lebih dari Rp 1 miliar. Keduanya kami ancam dengan hukuman maksimal 20 tahun dan dijerat pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” katanya.

Sebelumnya, Kuswendi beserta anak buahnya datang ke Kejari Garut pukul 12.00. Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.15.

Pihak penyidik Polres Garut pun membawa berkas dokumen yang cukup tebal. Ada sekitar tiga bundel berkas yang diserahkan.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Kuswendi dan Yana langsung memakai rompi berwarna merah muda. Dengan tulisan tahanan Kejaksaan Negeri Garut.

Tangan kedua tersangka pun diborgol saat digiring menuju mobil tahanan. Kejari Garut menitipkan kedua tersangka selama 20 hari sebelum persidangan di Rumah Tahanan (Rutan) Garut.

Saat awak media meminta komentar Kuswendi terkait penahanannya, ia tak mengucapkan satu kata pun. Kuswendi hanya bisa tertunduk saat diberondong pertanyaan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here