Mukarto Siswoyo (tengah)/RMOLJabar
Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon bertekad menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Hal itu terungkap  dalam seminar internasional yang bertepatan dengan Dies Natalis ke 59.

 

Mengusung tema Towards Establishing A World-Class University, turut hadir pada kesempatan itu perwakilan Macquarie University, Australia, Prof. Denise Jepsen dan perwakilan Fatoni University, Thailand, Prof. Sukree Langputeh.

“Menuju perguruan tinggi kelas dunia merupakan hal yang dicanangkan oleh hampir setiap perguruan tinggi, termasuk UGJ. Dan kita yakin secara bertahap dapat menuju kesana”, ujar Rektor Universitas Gunung Jati, Dr. Mukarto Siswoyo usai menggelar seminar di Auditorium UGJ, Rabu (15/1).

Dikatakan Mukarto, untuk dapat menjadi perguruan tinggi kelas dunia, UGJ telah melakukan berbagai langkah sejak dua tahun belakangan. Salah satunya dengan menerapkan Riset Unggulan Berbasis Kearifan Lokal Menuju Tataran Dunia sebagai visi perguruan tinggi.

Ia menegaskan, dengan komitmen menjadi perguruan tinggi kelas dunia, bukan hanya untuk membawa hal-hal dari luar ke dalam negeri. Melain membawa Kearifan lokal ke tataran dunia internasional.

“Bagaimana Universitas di Indonesia mampu bersaing dengan Universitas dunia dengan membawa kearifan lokal ke tataran Internasional”, jelasnya.

Sementara, perwakilan Macquarie University, Australia, Denise Jepsen mengapresiasi langkah yang telah dilakukan UGJ untuk menjadi Wild Class University. Ia menerangkan, untuk dapat mencapai itu, dibutuhkan kerja keras dan komitmen yang kuat.

“Lakukan itu dengan kelembutan dan saling membantu satu sama lain”, terangnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here