Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih/RMOLJabar

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat berencana memasyarakatkan program konversi kompor gas ke induksi (listrik). Penggunaan kompor induksi sendiri diklaim lebih ramah lingkungan.

 

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan, pada 2019, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah meluncurkan program konversi kompor gas ke induksi. Program tersebut, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap gas elpiji dan beralih ke kompor induksi.

“Itu pun merupakan bentuk kontribusi kita terhadap penurunan dampak gas rumah kaca. Tahun kemarin sudah cukup banyak yang kita lakukan,” ucap Ai, di Kantor ESDM Jabar, Selasa (11/2).

Ai memaparkan, pihaknya telah melakukan ujicoba kepada masyarakat serta sudah melakukan kerja sama dengan pihak ITB. Pasalnya, saat ini kompor induksi masih dijual dengan harga yang cukup mahal untuk kelompok masyarakat.

“Padahal arahan dari bapak Gubernur bahwa program ini jangan dipisah pisah jangan hanya untuk masyarakat tertentu saja tapi suatu program gubernur itu harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Selain itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan ITB untuk membuat prototipe kompor induksi berdaya rendah. Sehingga, harganya dapat lebih murah, berdaya dan bisa dinikmati masyarakat.

“Nah alhamdulillah mungkin prototipe selesai bulan ini, nanti kita akan coba tawarkan secara bisnis karena memang kompor ini tentunya harus diproduksi juga agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat intinya program ini berjalan terus bahkan tim sosialisasi kompor induksi ini sudah ditetapkan oleh bapak Gubernur,” jelasnya.

Ai menyebut, program tersebut diperkuat dengan SK Gubernur serta melibatkan banyak sekali pihak terkait mulai dari OPD dan lainnya. “Nanti kita secara intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahkan mungkin kita bisa mengulangi lagi apa yang sudah kita lakukan ditahun lalu,” tuturnya.

Di tahun 2019, sambung Ai, kompor induksi sudah diberikan kepada masyarakat. Namun berdaya rendah, tentunya hasil rekayasa yang dilaksnakan oleh tim ITB.

“Untuk targetan sebenarnya dari sisi jumlah itu belum kita tetapkan kita masih melakukan evalusi dari sisi alatnya dulu tapi intinya ketika prototail ini sudah selesai ditahun ini kita akan lakukan uji coba produksi kemudian kita akan coba untuk memberikan hak karya intelektual terhadap produksi tersebut terus kita akan coba memetakan jumlah masyarakat yang menjadi target mungkin kita akan lakukan sehingga bisa digunakan masyarakat tersebut,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here