Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah/RMOLJabar

rmoljabar Dinas Perdaganagan dan Perindustrian (Disdagin) memastikan harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mengalami penurunan. Harga bawang putih yang semula berada di angka Rp60-70 ribu, kini berangsur turun menjadi Rp50 ribu.

 

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah menyatakan, penyebab bawang putih mengalami kenaikan karena adanya importir di Karawang yang menimbun sebanyak 150 ton. Namun saat ini, harga dipastikan berangsur turun kembali.

“Kalau stok di distributor hanya 1-1,5 ton itu hanya memenuhi beberapa hari saja. Ternyata ini ada yang menimbun di importir, jelas kalau importir ke distributor terhambat, otomatis ke pedagangnya juga terhambat. Padahal secara stok harusnya sampai Maret itu aman,” tutur Eli di Balaikota Bandung, Kamis (13/2).

Menurutnya, kebutuhan bawang putih di Kota Bandung cenderung tinggi, yakni berkisar 93 ton perhari. Sebab, Kota Bandung merupakan destinasi wisata, sehingga kebutuhan bawang putih cenderung lebih banyak dari kota lainnya.

Adapun untuk kebutuhan bawang putih, saat ini Kota Bandung masih memasok 90 persen dari luar negeri atau impor dari China. Hal tersebut karena bawang putih adalah tanaman subtropis yang sulit berkembang di Indonesia.

“Karena Indonesia itu negara tropis. Kalaupun ada seperti di Kabupaten Bandung, kualitasnya kurang bagus kurang berkembang,” jelasnya.

Selain bawang putih, Eli memastikan harga komoditas lainnya di Kota Bandung relatif normal. Sedangkan untuk harga cabai rawit masih mengalami kenaikan, yakni dikisaran Rp82,500 perkilogram.

“Karena musim kemarau. Ada beberapa kendala terutama cabe rawit merah, karena kegagalan panen, serangan hama, kualitasnya kurang bagus karena kandungan airnya tinggi kalau di musim hujan,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here