Ilustrasi/Net

rmoljabar Dinas Pendidikan Purwakarta mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan yang memberlakukan Ujian Nasional (UN) ditiadakan lebih cepat dari rencana semula yakni pada 2021.

Kepala Disdik Purwakarta Purwanto mengatakan, pihaknya mendukung apapun yang telah menjadi keputusan pemerintah pusat termasuk peniadaan pelaksanaan UN tahun ini, akibat terdampak wabah penyakit virus corona.

“Kami akan ikuti arahan dari pusat karena pasti sudah ada perhitungan baik buruknya dalam situasi seperti ini tapi saya belum terima surat edarannya. Peniadaan UN ini dipercepat karena memang adanya corona,” ujarnya di Purwakarta, Selasa (24/03).

Purwanto juga menyebut ada sebanyak 12.831 peserta UN tahun ajaran 2019/2020, terdiri dari 11.457 siswa di SMPN dan 1.374 siswa di SMP Swasta.

“Murid SD itu memang tidak lakukan UN. Jadi, hanya murid SMP saja,” jelas pria yang akrab disapa Kang Ipung.

Menurutnya, kebijakan penghapusan UN karena kendala corona, langkah yang harus diapresiasi karena demi kesehatan para siswa sendiri.

“Terpentingkan kesehatan para siswa, yang penting siswa sehat, kalau urusan nilai kan formulanya nanti pihak sekolah yang mengetahuinya, yang terpenting kita berdoa serta lakukan pencegahan agar virus ini tidak menyebar,” ujarnya.

Sedangkan terkait kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di Purwakarta, Purwanto mengimbau agar siswa untuk terus belajar di rumah, menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan para siswa dilakukan di rumah.

“Ya kan siswa bisa membantu orang tua, bisa belajar berkebun di halaman rumah, baca-baca buku, buat karya tulis ataupun hal positif lainnya,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here