Enung Sulastri/RMOLJabar

rmoljabar Banyaknya pemudik yang berdatangan dari zona merah Covid-19 membuat pihak Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut kewalahan. Para pemudik tersebut banyak yang mengecek kesehatan, sementara pihak Puskesmas kekurangan Alat Pelindung Diri (ADP).

Demikian diungkapkan Kepala Puskesmas Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Enung Sulastri dalam keterangannya, Jumat (3/4).

Enung menjekaskan, dalam sepekan terahir ratusan warga sebagai pendatang baru tiba di Kecamatan Banyuresmi, seperti dari Malaysia, Brunei, Singapura, termasuk yang dari zona merah seperti Bekasi, Jakarta, Depok dan daerah lainnya.

“Kami tim Puskesmas turun ke lapangan menggunakan APD seadanya. Sedangkan mereka masuk ke Puskesmas tidak menggunakan APD. Otomatis masker untuk pegawai disebarkan mereka. Kami menyiapkan tempat cuci tangan yang dipasang di depan Puskesmas,” ujar Enung.

Hingga saat ini, terang Enung, bantuan APD dari pemerintah juga belum ada. Untuk itu, pihaknya menggunakan APD yang sebelumnya merupakan persediaan di Puskesmas.

“Kalau bantuan dari pemerintah belum ada. Yang digunakan saat ini persediaan yang lalu, Justru sekarang kami disuruh menganggarkan untuk penanganan covid-19 ini,” ucapnya.

Menurut Enung, sekarang ini barang juga sulit didapat, kalau pun ada harganya mahal. Tak hanya itu, pendistribusiannya pun terbilang lama.

“Mungkin karena dampak dari aturan lockdown” ucapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here