Bawang Putih di Pasar Rengasdengklok/RMOLJabar

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar telah menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait kelangkaan bawang putih di sejumlah pasar tradisional yang diduga terdampak virus corona.

 

Kepala Disperindag Jabar, M Arifin mengaku telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polda Jabar mengenai persoalan tersebut. Bahkan, pihaknya sudah menemui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan guna membahas impor bawang putih dari China.

“Kementerian Perdagangan memastikan tidak ada pembatasan impor dari China termasuk bawang putih. Yang dilarang hanya hewan hidup, bawang putih bisa impor,” ujar Arifin, Rabu (12/2).

Arifin menjelaskan, mekanisme terkait perizinan impor bawang putih dari China telah mendapat Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. Selain itu, izin impor dari Kementerian Perdagangan pun telah dikantongi.

“Kami juga sudah melakukan konsolidasi di tingkat distributor yang ada di Bandung, kondisinya memang di distributor Caringin dan Ciroyom barang kosong,” tuturnya.

Berdasarkan laporan dan data dari Satgas Pangan di tingkat pusat, papar Arifin, harga bawang putih di pasar tradisional di sejumlah daerah terpantau mengalami penurunan sebanyak 17 persen.

Menurutnya, pemerintah pun telah memberi batasan bagi para pedagang, di mana harga jual maksimal bawang putih Rp32.000 perkilogram.

“Di Pasar Johar Karawang, bawang putih dijual Rp45.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp75.000, sementara pedagang besar menjual Rp37.500 per kilogram,” ucapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here