Yusep Solihudien/RMOLJabar

rmoljabar Setiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di tingkat desa atau kelurahan, jamaah dan RT/RW di Kabupaten Purwakarta yang warganya terpapar Covid-19 diminta memusyawarahkan ihwal pelaksanaan salat Idulfitri.

Sekretaris MUI Kabupaten Purwakarta Yusep Solihudien mengatakan, hal tersebut sesuai dengan fatwa MUI dan memerhatikan kebijakan Bupati Purwakarta yang akan menerapkan PSBB berbasis komunal. 

“Bagusnya DKM, Jamaah dan Para RT/RW agar secepatnya bermusyawarah. Karena kondisi di lapangan mereka yang lebih mengetahui situasi sebaran Covid-19,” terang Yusep kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (22/5).

Yusep juga mengatakan, MUI Kabupaten Purwakarta mengacu pada fatwa MUI Nomor: 28 Tahun 2020 Tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idultitri Saat Pandemi Covid-19. 

Berikut rincian ketentuan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Kawasan Covid-19 yang diputuskan Majelis Ulama Indonesia, antara lain : 

  1. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain bagi umat Islam yang:
  1. berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.
  1. berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas COVID-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena COVID-19, dan tidak ada keluar masuk orang).
  1. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali. 
  1. Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah.

Ketentuan Shalat Idul Fitri Di Rumah

  1. Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).
  1. Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
  1. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum. 
  1. Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan shalat berjamaah. (Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
  1. Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.
  1. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

  1. Berniat shalat Idul Fitri secara sendiri Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri.
  1. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).
  1. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah. 
  1. Tidak ada khutbah.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here