Abraham Muhammad/RMOLJabar

rmoljabar Kontribusi retribusi parkir terbilang sangat minim terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Cirebon. Pasalnya, selama ini pendapatan retribusi tidak dikelola di satu pintu.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemkab Cirebon, Abraham Muhamad, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (25/7).

“Saat ini seperti parkir di tempat wisata dikelola Disbudparpora, di sekitar pasar dikelola oleh Disperindag. Begitu juga parkir yang ada di rumah sakit,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, sebagai upaya untuk mendongkrak PAD, kata Abraham, pengelolaan retribusi parkir, baik yang berada di tempat-tempat wisata, pasar, maupun di rumah sakit sebaiknya dikelola oleh satu SKPD.

“Saya lebih cenderung menginginkan retribusi parkir dikelola oleh Dinas Perhubungan. Karena mereka sudah memiliki payung hukum yang menyangkut Undang-undang Lalulintas,” jelasnya.

Selain menyinggung retribusi parkir, sebelumnya Abraham juga menyoroti dugaan adanya kebocoran PAD dari sejumlah sektor. Mulai dari BLUD hingga BUMD.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here