Anggota DPRD Jabar, Siti Muntamah (kerudung merah)/RMOLJabar

rmoljabarAnggota DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, bersama Komisi V mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk menyerahkan bantuan dari Provinsi Jawa Barat untuk korban banjir, di beberapa titik di Kabupaten Bogor (8/1)

 

Kunjungan Siti Muntamah dan rombongan diterima langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan yang dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada para korban banjir dan juga pengungsi di Kabupaten bogor. Iwan juga menjelaskan titik-titik lokasi banjir yang tersebar di Kabupaten Bogor.

Hampir 25 kecamatan dari 40 kecamatan yang terkena dampak dari banjir. Kecamatan yang terkena dampak paling besar, ada Sukajaya, Nanggung, dan Cigudeg. Sukajaya yang paling parah hampir 3/4 wilayahnya hancur diterjang banjir. Akses untuk jalan kesana pun sampai tertutup karena banjir dan longsor, ” ujarnya.

Pemberian bantuan untuk para korban banjir terus diupayakan sejak hari ke tujuh terjadinya banjir pada 1 januari 2020, terutama pada lokasi yang masih terisolir akses kendaraan roda empat.

“Bantuan helikopter kemarin dikirimkan oleh PMI pusat untuk menembus daerah-daerah yang masih belum bisa terlewati,” tambahnya.

Peristiwa banjir dan longsor diperkirakan salah satu penyebabnya ialah kebiasaan pemukiman penduduk yang memiliki letak rumah yang berada dibawah sawah. Sehingga aliran air dari atas sawah mengalir ke rumah-rumah warga ditambah reruntuhan tanah yang menyebabkan longsor dan menimpa rumah-rumah warga.

Dalam peristiwa ini, berdasarkan pada pemaparan Komandan Rescue (penyelamatan) ,Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko Sutrisno,mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, korban 4 laki dan 3 orang perempuan dan 7 orang lainnya yang masih hilang.

Peristiwa banjir yang memakan korban tersebut, bisa menyebabkan banyak dampak pada masyarakat khususnya keluarga korban dan anak-anak sekitar yang tentunya membutuhkan pemulihan pasca bencana, bukan hanya kebutuhan secara primer, tetapi juga healing untuk anak-anak yang memiliki rasa panik secara mental.

Menanggapi hal ini, Siti Muntamah mengatakan perlu adanya perhatian pemerintah kabupaten bogor untuk memberikan posko healing khusus untuk anak-anak pasca banjir.

“Untuk anak-anak disediakan posko trauma healing. Kemarin saya sudah minta kepada DP3AKB Jawa Barat, untuk bidang pemenuhan hak anak ini tolong diperhatikan karena pengaruh dari trauma banjir ini luar biasa,” ungkap Siti Muntamah, menyampaikan langsung kepada Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan.

Siti Muntamah juga menjelaskan posko healing pada anak pasca banjir penting karena peristiwa ini bisa memengaruhi pada kecerdasaan yang berdampak pada masa depan anak.

“Kalau separuh saja kecerdasaan dijatuhkan oleh peristiwa ini bisa bahaya,” ujarnya. 

Banjir Bekasi

Sebelum mengunjungi Kabupaten Bogor, Siti Muntamah dan rombongan komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, juga mengunjungi posko dan pemukiman pasca banjir di Jati Asih, Bekasi (7/1).

Dalam kunjungannya di bekasi warga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa banjir, yang pada saat kejadian mencapai 7-8 Meter tingginya. Warga pun mengugkapkan gambaran saat peristiwa banjir terjadi.

“Seperti tsunami, mobil-mobil semua ke angkat, saya hanya bisa berdiam di lantai 2 rumah saya, di lantai 2 rumah saja sepinggang saya. Kalau turun kebawah sudah tenggelam,” ungkap, Warga Pondok Gede Permai RW 09, Hartini.

Di kecamatan jati asih, ada 5 kelurahan yg terdampak banjir, jati rasa, jatisari, jatiluhur jati mekar, jati keramat, dari 5 kelurahan hanya jati asih saja yang tidak terdampak banjir. Peristiwa banjir kota bekasi di duga disebabkan oleh tanggul yang jebol dan juga meluapnya pertemuan dua sungai cikeas dan cilengsi yang bermuara di jati rasa sampai kabupaten bekasi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here