Komisi II saat melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Babelan/RMOLJabar

rmoljabarBanyak masalah di Pasar Babelan terungkap saat Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Tradisional tersebut. Senin (24/2).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi,  Sunandar mengatakan awalnya Komisi II hanya akan melihat progress pembangunan auning kios baru untuk pasar tersebut.

“Kita ingin melihat kondisi terkini pembangunan sekitar 120 auning lapak kios di Pasar Babelan yang bersumber dari dana APBD,” kata dia.

“Auning ini nantinya akan dipergunakan untuk pelapak yang berjualan diluar gedung pasar. Tetapi jumlahnya ternyata masih kurang, yang disediakan hanya 120 lapak yang dibutuhkan sebanyak 260 lapak,” imbuhnya.

Sunandar juga menyayangkan auning yang dibangun hanya atapnya saja, tidak berikut lantainya. Untuk itu nantinya ia akan memanggil instansi terkait membahas hal tersebut.

Dewan juga menyoroti kesemerawutan pengelolaan parkir di pasar tersebut.

“Pasar ini sebenarnya sudah diserahkan ke Pemda, tetapi retribusi dari parkir ini malah masuknya ke pengembang bukan ke pemda untuk menjadi PAD. Kita juga akan panggil pengembangnya juga nanti untuk mengklarifikasi temuan ini,” bebernya.

Kemudian, kata Politisi Partai Golkar ini, perlu dilakukan pembenahan kios-kios didalam pasar. Sebab, menurut Rukun Warga Pedagang (RWP) dan UPTD Pasar Babelan, kios-kios didalam pasar nampak kumuh dan tidak terawat, sehingga banyak pedagang yang enggan untuk menempati kios didalam pasar dan memilih berjualan di parkiran serta diluar gedung pasar tersebut.

“Didalam pasar ada 948 kios tetapi yang ditempati hanya 298 kios, penyebabnya menurut RWP karena kiosnya kurang bagus, tapi mereka berjanji bakal melakukan pengecetan secara swadaya agar kios nampak terlihat baik,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar Pasar Babelan dilakukan penataan berdasarkan zona penjualan, agar tidak bercampur antara jenis barang jualan satu dan lainnya.

“Saya melihat pasar tersebut masih bercampur. Harusnya ditata, dipisah. Misalnya pedagang sayur semua berada di satu zona, pedagang baju juga disatu zona dan lainnya. Jadi enak kita lihatnya, jangan seperti sekarang yang sekarang semuanya bercampur,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here