Dua Pelaku Penganiayaan Di Kebun Tomat Cimahi Diamankan Kepolisian

Dua Pelaku Penganiayaan Di Kebun Tomat Cimahi Diamankan Kepolisian

Polres Cimahi mengamankan dua pelaku penganiayaan gadis remaja, ZNS (15) warga Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kedua pelaku masing-masing bernama Nanang (27) dan NN (17).


 

Diketahui, pada Rabu (29/1) ZNS ditemukan warga dalam kondisi pingsan dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya di areal perkebunan tomat di Kampung Warung Muncang, RT 01/13, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, kedua pelaku diamankan delapan hari setelah melakukan penganiayaan. Bahkan tak hanya menganiaya, kedua pelaku pun didapati melakukan tindak pencabulan terhadap gadis malang tersebut.

"Kita mendapat laporan adanya tindak penganiayaan dan pencabulan pada korban di bawah umur. Setelah kita melakukan penyelidikan dan olah TKP, akhirnya mengarah kepada kedua pelaku ini," ucap Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jumat (7/2).

Perbuatan keji para pelaku, diterangkan Yoris, bermula saat tersangka NN berkirim pesan singkat dengan korban ZNS. Setelah itu, korban diajak bertemu dan dijemput pada pukul 16.00 WIB di sekitar rumah sakit di Kota Cimahi.

"Setelah dijemput itu, korban diajak NN dan temannya (saksi) ke wilayah Cipageran. Mereka nongkrong di sebuah saung dan bertemu dengan tersangka Nanang," paparnya.

Yoris membeberkan, di lokasi pertama, korban diajak para pelaku untuk mabuk dan mendapat tindak kekerasan pencabulan, namun tak sampai ke persetubuhan. Tak kuasa menahan nafsu, tersangka Nanang kemudian meminta NN dan temannya (saksi) untuk membeli rokok.

Kemudian, korban dibawa Nanang menggunakan sepeda motor ke pinggir kebun dan dilakukan penganiayaan dengan cara dipukul serta ditusuk menggunakan batang bambu kering, hingga korban mengalami luka parah pada bagian wajah.

"Dalam keadaan terluka dan tidak berdaya, korban ini disetubuhi sebanyak tiga kali kemudian ditutup dengan bambu," jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 81 atau 82 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.