Lab Fakultas Kedokteran UGJ/RMOLJabar

rmoljabar Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (FK UGJ) akan mengoptimalkan laboratoriumnya untuk pemeriksaan Swab.

Diungkapkan Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Dadang Sukandar Kasidin, upaya tersebut merupakan bentuk dukungan dari Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati selaku penyelenggara Universitas Gunung Jati (UGJ), Klinik dan Laboratorium Cakrabuana dalam percepatan penanganan Covid-19.

“Pemeriksaan akan diprioritaskan bagi masyarakat yang ditetapkan sebagai untuk orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP),” sebutnya kepada RMOLJabar, Jumat (24/4).

Menurut Dadang, FK UGJ telah ditetapkan menjadi salah satu dari lima PTS dan lima PTN di Indonesia yang ditunjuk sebagai laboratorium pengukuran Swab oleh pemerintah pusat melalui Puslitbangkes. Kebijakan itu, lanjutnya, diharapkan dapat membantu masyarakat secara langsung.

“Melalui proses pemeriksaan tersebut, masyarakat yang merasakan ada gejala dalam waktu 3 jam sudah dapat terdiagnosis”, ujarnya.

Pasalnya, kata Dadang, dampak dari penyebaran Covid-19 ini akan dapat mengganggu semua sendi kehidupan. Baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, keagamaan dan keamanan.

“Masalah yang krusial adalah terhambatnya perkembangan ekonomi dan akan mendorong inflasi. Oleh sebab itu, tidak ada pilihan lain agar kita menggunakan semua potensi yang dimiliki untuk mengatasi penyebaran Covid-19”, ungkapnya.

Dadang menambahkan, adapun upaya lain yang dilakukan oleh Civitas Akademika UGJ dalam membantu percepatan penanganan Covid-19 antara lain dengan mendistribusikan bantuan, baik berupa sembako maupun produk kesehatan yang disalurkan kepada masyarakat maupun ke Puskesmas yang ada di kota dan kabupaten Cirebon.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here