Shalat Idul Adha di Masjid Pajagalan Kota Bandung/RMOLJabar

rmoljabar Pesantren Persatuan Islam Pajagalan Bandung menggelar shalat Idul Adha 1441 H di lapang dan halaman parkir. Bertindak sebagai Khatib dan Imam yakni Dr. KH. Dedeng Rosyidin.

Panitia Idul Adha Pajagalan Bandung, Asep Abdul Aziz mengatakan, shalat Id dilangsungkan pada pukul 06.30 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita menerapkan protokol kesehatan, seperti jarak antara jamaah, begitu juga pengukuran suhu tubuh dilakukan sejak awal masuk gerbang,” ucap Asep pada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (31/7).

Asep memastikan, sebelum pelaksanaan shalat id, setiap sudut area pesatren sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Dua hari sebelum hari idul adha halaman pesantren sudah di semprot disinfektan oleh aparat Kecamatan Astana Anyar. Lalu tadi subuh juga disemprot disinfektan kembali dari Pusat Zakat Umat,” katanya.

Sementara itu, Dr. KH. Dedeng Rosyidin pun menghimbau masyarakat untuk selalu menerapakan protokol kesehatan.

“Tiap hari kita pakai masker. Meskipun sedikit mengganggu pernafasan, tapi semua ini kita niatkan karena Allah. Demi untuk tidak tertular virus atau pun menularkan virus,” ucap Dr. KH. Dedeng Rosyidin dalam ceramahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluarkan protokol kesehatan Idul Adha di tengah wabah Covid-19. Protokol mengatur tata laksana bagi masyarakat mulai dari pencarian hewan kurban, salat Id, penyembelihan, hingga pendistribusian daging.

Protokol Idul Adha dituangkan dalam dua beleid yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (13/7). Pada beleid kedua, Surat Edaran Nomor 451/110/Hukham tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19. SE ditujukan kepada bupati/wali kota, MUI, kantor departemen agama, pimpinan ormas Islam, para ketua DMI-Baznas, dan pimpinan pondok pesantren se-Jabar.

“Terkait pelaksanaan salat id, berdasarkan kepgub Jabar, diperkenankan dilakukan di masjid, lapangan, atau ruangan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Di antara yang pokok yakni jemaah wajib memakai masker dan membawa alat salat sendiri, serta suhu tubuh di bawah 37,5 derajat,” kata Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here