Gerakan Mahasiswa Harus Terbebas Dari Kepentingan Partai Politik

Gerakan Mahasiswa Harus Terbebas Dari Kepentingan Partai Politik

Mahasiswa adalah suatu komunitas intelektual yang memiliki berbagai keunikan serta potensi. Perubahan suatu negara diprakarsai oleh gerakan mahasiswa.


Namun setiap gerakan mahasiswa rentan dengan kepentingan para politisi. Agar lebih terasa perjuangannya mahasiswa harus terbebas dari kepentingan partai politik.

Demikian dikatakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Bobby Septiana Irawan saat menggelar diskusi pergerakan mahasiswa di Indonesia, Sabtu (14/3).

"Mahasiswa harus terbebas dari kepentingan partai politik, organisasi masyarakat, dan atau kepentingan golongan tertentu," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, banyak gerakan mahasiswa bergerak menyelenggarakan aksi untuk menolak disahkannya Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Lalu, kata dia, pada September 2019 gelombang perlawanan digelorakan Mahasiswa melalui Aksi Akbar menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, dalam gerakan itu mahasiswa murni melakukan pergerakan. Hanya saja bukan tidak mungkin gerakan hari ini ditunggangi partai politik. Mahasiswa itu tegas, idealis, dan independen.

"Kita semua berharap aksi mahasiswa murni untuk kepentingan masyarakat. Tidak ditunggangi kepentingan partai politik. Independen idealis dapat dimaknai bebas namun bukan berarti Ia tidak ditunggangi oleh kepentingan, terbebas dari segala macam kepentingan yang bersifat destruktif," ujarnya.