AKBP Bismo Teguh Prakoso/RMOLJabar

rmoljabar Ditengah mewabahnya virus corona, peredaran Narkoba ternyata tak berhenti. Gerilya bandar barang haram itu akhirnya tercium Satreskrim Polres Majalengka.

Pengedar sabu berinisal DP (38), seorang buruh, dicokok Polisi saat berada dikediamannya di daerah Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka, beberapa waktu lalu.

Diungkapkan Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, dari penangkapan itu pihaknya telah mengamankan Narkotika jenis sabu seberat 465 gram.

“Saat Penggeledahan, petugas kami berhasil menemukan 10 paket sabu dengan berat total 465 gram,” ujar AKBP Bismo kepada Kantor Berita RMOLjabar, Kamis (26/3).

Dari hasil interogasi polisi, pelaku diketahui memperoleh Narkotika Jenis sabu dari salah seorang pemasok sabu berinisial OS (DPO) warga asal Cirebon.

“Setelah transaksi sabu tersebut di bawa pulang kerumahnya (Dawuan Majalengka) yang rencananya akan di edarkan ke wilayah cirebon, belum sempat di edarkan ke buru ke tangkap oleh Petugas,” tuturnya.

Kapolres Majalengka menjelaskan atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku dapat dijerat dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

“Pelaku DP dijerat dengan Pasal 114  ayat 1 Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Pelaku diancam hukuman lima Tahun hingga 20 tahun penjara,” jelasnya.

Adapun Barang bukti yang diamankan Polres Majalengka ialah 10 paket Sabu terbungkus plastik bening berat 465 gram,  terdiri dari 6 paket sedang = 60 gram, 4 paket besar = 405 gram, 1 buah timbangan elektronik merk  Tora warna biru, 1 buah termos warna merah, 1 buah toples kaca warna bening, 1 buah HP merk Oppo warna putih merah,1 buah Hp merk Vivo warna hitam.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here