Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum/RMOLNetwork

rmoljabar Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menghadiri penutupan Musyawarah Cabang (Muscab) II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Ciamis Tahun 2020 di Hotel Tyara, Kabupaten Ciamis.

Muscab II DPC Apdesi Kabupaten Ciamis Tahun 2020 diikuti 54 orang peserta dengan agenda utama pemilihan ketua. Kang Uu pun menyampaikan selamat atas terpilihnya Kepala Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Ciamis, Yoyo Wahyono, sebagai Ketua DPC Apdesi Kabupaten Ciamis periode 2020-2025.

Uu berharap, ketua terpilih dan tim formasi bisa membawa kemaslahatan bagi warga desa, terutama dalam meningkatkan pembangunan demi kesejahteraan desa-desa di Tatar Galuh.

“Yang namanya kepala desa itu ujung tombak pembangunan. Alur pembangunan dari pusat sampai ke provinsi, dari provinsi sampai kabupaten/kota, lalu dari kabupaten/kota pelaksananya, ya, kepala desa,” ucap Uu, Rabu (29/7).

“Kita sebagai pemimpin harus memperhatikan desa karena memperhatikan desa sama dengan memperhatikan kabupaten/kota, provinsi, dan NKRI,” tambahnya.

Uu pun meminta para kepala desa untuk memaksimalkan program di desa. Apalagi, kepala desa merupakan jabatan strategis dalam struktur pemerintahan di Indonesia karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

Dirinya pun menjelaskan lima pilar utama untuk memajukan desa di Jabar. Pertama, memperhatikan jalan di desa. Kedua, memperhatikan listrik di desa.

“Ketiga, jangan lupa untuk menghadirkan irigasi dan air bersih di perdesaan. Keempat, ada pola komunikasi dengan teknologi, digitalisasi, masuk ke desa,” ungkapnya.

“Terakhir, yang kelima, adalah meningkatkan pendapatan aparatur desa dan masyarakat desa. Itu yang harus diperhatikan agar urbanisasi di desa semakin maju,” tambahnya.

Selain itu, Uu berpesan agar kepala desa bisa mendengar, melihat, serta memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat, sembari menjaga keimanan dan ketakwaan masyarakat yang dipimpinnya.

“Sehebat apa pun dunia, percuma tanpa kehebatan ukhrawi. Maka kami di provinsi memiliki visi Jabar Juara Lahir dan Batin,” imbuhnya

“Karena saran dari kiai adalah kalau bisa berbarengan antara mental dan spiritual. Sehingga di desa pun harus ada keseimbangan pembangunan baik urusan dunia maupun ukhrawi,” katanya.

Adapun Jabar sendiri memiliki inovasi bernama Desa Juara dengan tiga pilarnya,
yakni digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Berkat inovasi tersebut, Indeks Desa Membangun (IDM) Jabar terus meningkat. Status Desa Mandiri di Jabar meningkat dari 98 desa pada 2019 menjadi 269 desa pada Juli 2020.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here