Sidang lanjutan Iwa Karniwa soal kasus suap Meikarta di PN Bandung/RMOLJabar

Sekretaris Daerah Jawa Barat non aktif, Iwa Karniwa merasa tidak bersalah atas kasus dugaan suap Megaproyek Meikarta. Selama menjadi Sekda, Iwa merasa dirinya sudah bekerja sesuai dengan prosedur.

 

Pada saat persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung, sejak awal persidangan Iwa membantah dirinya menerima hadiah apapun dari pengurusan perizinan RDTR Kabupaten Bekasi.

Saat Hakim Anggota, Sudira menanyakan langsung kepada Iwa terkait pertemuan di KM 72 Tol Purbaleunyi, Iwa menjawabnya dengan berbelit-belit. Hingga akhirnya, Hakim Anggota menceramahi Iwa agar berhati-hati dalam memberi pernyataan.

“Jangan terburu-buru dalam menjawab, inget-inget dulu, karena kejujuran yang membantu, saya mengingatkan saja sebagai sesama ASN. Jadi waktu pertemuan itulah di KM 72 inget-ingetlah. Itu ada apa di KM 72,” tuturnya, Rabu (12/2).

“Ada permintaan? Selisih berapa lama bertemu di Pemprov (Gedung Sate),” tanya Sudira dalam persidangan.

“Tidak pernah. Betul tidak pernah. Selisih sekitar 2 minggu. Ketemu di Ruang saya di Gedung Sate, ada Waras, Neneng Rahmi, Henry Lincton, Sulaeman. Pertemuan tentang bahasan di KM 72 bahwa dia mengajukan permohonan evaluasi terkait RDTR,” jawab Iwa.

Di depan hakim, pria yang sudah mengabdi sebagai PNS selama 34 tahun itu, mengaku kaget atas kasus yang kini menjeratnya. Menurutnya, selama menjadi abdi negara dia selalu bekerja sesuai dengan ketentuan.

“Terus terang saya kaget, saya terbawa kasus RDTR Meikarta, selama 34 tahun saya mengabdi mencoba untuk yang terbaik, saya yang mencoba sesuai kapasitas sebagai sekda. Ketika tersandung masalah ini, saya shock, apalagi keluarga saya. Pada akhirnya saya harus pasrah, saya ikuti apa yang ada di KPK,” tuturnya.

Setelah menjalani beberapa kali persidangan, rencananya Jaksa Penuntut Umum KPK akan membacakan tuntutan untuk Iwa Karniwa, atas dugaan kasus suap Rp 900 juta untuk perizinan RDTR Kabupaten Bekasi, pada 24 Februari mendatang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here