Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman/RMOLJabar

rmoljabar Sebanyak 12 warga asal Kabupaten Garut tertangkap tangan ketika berlibur ke Pangandaran. Pasalnya ke-12 orang itu dikabarkan memakai surat keterangan hasil rapid test palsu saat berwisata ke Pangandaran.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengaku baru mengetahui hal tersebut. “Saya baru tahu, nanti saya panggil Dinkesnya. Itu kan tidak beretika karena harusnya beri keterangan yang benar. Nanti saya panggil,” tutur Helmi di Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Senin (29/6).

Di era new normal, Helmi menyebut protokol kesehatan harus sangat diperhatikan. Ia pun menyesalkan ada warga yang menggunakan surat keterangan palsu karena ingin berlibur.

Menurut Helmi, pihaknya sudah tak lagi menyediakan rapid test. Pemerintah Kabupaten Garut kini lebih fokus untuk melakukan swab test karena lebih akurat.

“Hal yang tadi kalau itu benar memalsukan surat keterangan atau apapun bentuknya, saya sangat menyesalkan,” jelasnya.

Helmi meminta kepada warganya untuk tak memaksakan diri berwisata ke luar daerah. Apalagi sampai membuat surat keterangan palsu. Padahal jika tak bisa meminta surat keterangan rapid test, masih ada surat keterangan lain yang bisa dipakai.

“Memang rapid test ini sudah terbatas, kami tak sediakan lagi. Alternatifnya bisa pakai surat bebas ILI (influenza like illness). Itu surat semacam bebas corona, jadi saat diperiksa tidak sedang flu,” katanya.

Ia menganjurkan warga Garut untuk berwisata di daerah sendiri. Masih banyak objek wisata di Garut yang indah dan tak diperlukan surat keterangan.

“Sudah manfaatkan (wisata) lokal saja. Orang luar daerah saja banyak yang ke Garut,” ucapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here