Iqbal M. Dzilal/RMOLJabar

rmoljabar Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) meminta kepada pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil ditengah pandemi virus corona atau Covid-19.

“Pemerintah hendaknya melakukan sidak pasar atau pengawasan terhadap ketersediaan bahan makanan di pasar. Pemerintah juga harus inspeksi ke sejumlah pasar agar oknum pedagang tidak memainkan harga.” kata Ketua Umum PP Hima Persis, Iqbal M. Dzilal, di Bandung, Senin (23/3).

Menurutnya, hal seperti ini harus menjadi prioritas pemerintah ditengah terjangan Covid-19 yang telah ditetapkan WHO menjadi wabah pandemi.

“Social distancing yang dicanangkan pemerintah akan gagal total jika bahan pangan menjadi langka atau harganya melonjak naik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Polhuk PP HIMA Persis, Budi Ritonga menegaskan, pemerintah harus bergerak cepat dan tegas untuk mengingatkan dan menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasar. Kestabilan harga bahan pokok menjadi hak masyarakat juga perwujudan keadilan sosial serta amanat UU.

“Pemerintah harus menjalankan UU No. 18 tahun 2012 yang berbicara tentang pangan dan UU No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan. Sanksi bagi penimbun itu 5 tahun,” katanya.

Pihaknya juga menyesalkan lambatnya gerak pemerintah dalam mencegah masuk dan merebaknya Covid-19 ke Indonesia. Seperti langkanya ditengah-tengah masyarakat berbagai kebutuhan pencegahan wabah seperti hand sanitizer dan masker kesehatan di berbagai apotek.

Walau dinilai terlambat, pihaknya tetap mengapresiasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Ditengah bencana seperti ini kita tetap mengapresiasi pangkah pemerintah atas terbitnya Inpres No 4 itu,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here