Hari Pers Nasional (HPN) 2020 baru resmi di buka hari ini di Banjarmasin, Sabtu (8/2).

 

Insan pers dari penjuru nusantara pun sudah sejak kemarin, Jumat (7/2), datang berduyun-duyun ke Ibu Kota Kalimantan Selatan itu.

Saat tiba di Bandara Syamsudinnoor, kami, delegasi wartawan dari berbagai daerah di arahkan panitia ke Pojok HPN.

Tetiba suara melengking membuat kami tekejut. Saat yang sama, sosok seram loncat ke hadapan kami. Sekejap kami terpana, dihadapan sudah berdiri lelaki tegap berpakaian dayak seperti hendak menerkam.

Ternyata itu adalah cara panitia menyambut tamu yang datang. Unik, meski sempat bikin kaget.

Beda dengan di Bandung, tamu biasanya disambut barisan gadis cantik berpakaian kebaya, pagar bagus.

Kembali ke sosok laki-laki dayak tadi. Pikiran saya jadi teringat pada Panglima Kumbang, yang namanya terkenal saat terjadi kerusuhan etnis di Sampit dan Tarakan. Sosok bertato sekujur tubuh itu jadi pahlawan bahkan pemimpin bagi kalangan suku dayak.

Konon salah satu panglima perang suku dayak itu dipercaya mampu membuat para prajurit dayak kebal secara masal. Sehingga membuat mereka berperang tanpa rasa takut.

Ada juga sosok Panglima Burung, yang dipercaya sebagai pemimpin perang yang akan muncul menolong orang dayak kala terdesak musuh di medan perang. Tokoh misterius itu diyakini orang dayak hidup nomaden di hutan-hutan kalimantan. Bahkan orang dayak sendiri tak ada yang tahu pasti dimana orang sakti itu berada.

Saat orang dayak berperang, Panglima Burung dipercaya akan melakukan ritual tertentu dan rohnya bisa merasuki para pejuang dayak hingga bertempur seperti orang kesetanan.

Bahkan orang dayak meyakini Panglima Burung juga punya ilmu yang bisa membuat mandau terbang otomatis menyerang lawan seperti misil fire and forget atau drone yang menewaskan Jendral Iran beberapa waktu lalu.

Semoga saja tekad menteri Nadiem Makarim saat merayakan Imlek beberapa waktu lalu bukan basa basi. Dia ingin dengan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia jadi modal mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here