Yudi Nurcahyadi/RMOLNetwork

rmoljabar Satkorwil Banser Jabar menyebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat menempati posisi 34 se-Indonesia. Artinya, posisi tersebut berada di posisi bawah atau juru kunci.

Data tersebut didapat Banser dalam Sidang Paripurna DPRD Jabar beragendakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Barat, pada Rabu (20/5) lalu.

Kasatkorwil Banser Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi mengaku tak heran karena selama ini apa yang dikerjakan Pemprov Jabar dalam konteks pembangunan pemuda hanya terkesan artifisial formalistik. 

“Ya sangat artifisial. Tidak ada yang substantif. Hanya mengejar citra seolah-olah saja,” kata Yudi, saat dihubungi, Sabtu (23/5).

Yudi menyebut, buruknya Indeks Pembangunan Pemuda seolah membuka tabir yang selama ini dibangun Gubernur Ridwan Kamil. Sebagai contoh, Ridwan Kamil begitu massif mencitrakan dirinya sebagai Gubernur Milenial dengan sangat aktif di media sosial. 

“Media sosial sangat dimanfaatkan oleh RK (Ridwan Kamil) untuk menunjang image pribadinya. Bermain tiktok contohnya,” ujar Yudi. 

Padahal menurut Yudi, yang penting adalah bagaimana memaksimalkan tingginya potensi pemuda  di Jawa Barat. Apalagi, Jawa Barat dikenal sebagai gudangnya pemuda kreatif. 

“Kalau ada kebijakan yang membumi. Sesungguhnya gampang saja. Apalagi Jawa Barat dikenal sebagai provinsi dengan tingkat kreativitas tinggi. Tinggal Pemprov memiliki keinginan, intervensi, InsyaAllah tidak akan ada hal seperti ini,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here